Jakarta- Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) HIMAKOPI Universitas PTIQ Jakarta mengadakan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah dengan tema “Strategi Canggih Menulis KTI: Menguasai Fondasi Ilmiah dan Teknik Digital Praktis untuk Mengamankan Proposal Ilmiah. Pada hari Rabu, 10 Desember 2025 di Studio HIMAKOPI Universitas PTIQ Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Muhammad Ibtisam Han, S.Sos, MA. Sebagai pemateri pada pelatihan tersebut.
Kemampuan menulis Karya Ilmiah menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Dibutuhkan pemahaman akan struktur dasar dan Teknik-teknik dalam penulisannya, agar dapat menjadi karya tulis yang sistematis, terstruktur, dan layak untuk dipublikasikan. Dengan adanya perkembangan teknologi dan digitalisasi, perlu adanya edukasi mengenai etika dalam penggunaan AI (Kecerdasan Buatan) khususnya kepada para mahasiswa. Oleh karena itu, HIMAKOPI menghadirkan kegiatan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah sekaligus materi mengenai pemanfaatan teknologi seperti AI secara etis dan efektif.

Dr. Muhammad Ibtisam Han, S.Sos, MA. Yang kerap disapa dengan pak ibtisam menjelaskan tahapan yang paling mendasar dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah, yaitu Literature Review. Ada 3 fungsi utama Literature Review yaitu, untuk menentukan posisi penelitian (kajian apa yang dilakukan dalam penelitian ini?), menggambarkan bangunan ilmu yang sudah ada (mengidentifikasi kajian pada penelitian sebelumnya), menemukan gap/kesenjangan penelitian (bagian mana yang belum pernah dibahas atau belum dijelaskan secara komprehensif dalam penelitian sebelumnya?)
Adapun tahapan pertama dalam melakukan literature review adalah dengan menentukan tema penelitian yang akan dikaji terlebih dahulu. Pak ibtisam sebagai pemateri, juga menegaskan tentang kesalahan kecil yang biasa dilakukan oleh mahasiswa dalam menulis.
“Biasanya ketika orang akan mulai menulis, dia pasti bingung tentang judul yang akan digunakan dalam karya tulisnya. Padahal tahapan sebenarnya adalah dengan menentukan tema terlebih dahulu, bukan judulnya. Justru judul itu baiknya disusun ketika sudah menemukan tema penelitian, objek kajian, metode, analisis dan seluruh bagian penulisan yang akan dilakukannya. Karena judul itu mencakup poin-poin tersebut.” Tegasnya.
Setelah menentukan tema penelitian, tahapan selanjutnya adalah mencari sumber literature. Pada tahapan ini, pemateri memperkenalkan perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan akademisi dan peneliti dalam mencari sumber referensi yang akan digunakan yaitu publish or perish (PoP). Sementara pemateri menyampaikan tata cara penggunaan PoP tersebut, para mahasiswa yang membawa laptop dalam pelatihan tersebut diminta untuk mendownload PoP terlebih dahulu, dengan begitu para mahasiswa dapat mengikuti arahan pemateri bagaimana tata cara penggunaan PoP tersebut, dan tahapan selanjutnya dalam mencari literature yang akan digunakan sebagai referensi yang sesuai dengan tema kajian.
Pemateri juga menyampaikan, banyak jurnal yang sudah terakreditasi dan beberapa jurnal dengan tingkatan tertentu seperti scopus yang harus melakukan proses pembayaran terlebih dahulu untuk dapat mengaksesnya, oleh karena itu pemateri memberikan informasi terkait situs web yang dapat digunakan agar jurnal yang kita inginkan dapat diakses dengan lebih mudah tanpa perlu membayarnya, yaitu melalui situs web Libgen (Library genesis) untuk pencarian buku yang berbayar dan Sage Pub (Sci-hub) untuk pencarian jurnal yang berbayar.
Dengan berkembangnya teknologi informasi, memudahkan para mahasiswa dalam mencari dan mengerjakan tugasnya dengan cara instan yaitu menggunakan AI, pemateri tidak pernah menyalahkan tentang penggunaan AI, namun pada pelatihan penulisan KTI ini pemateri menjelaskan beberapa kode etik dalam menggunakan AI itu sendiri.
” Pada zaman yang sudah semakin berkembang, kita tidak dapat menafikkan penggunaan AI dalam memudahkan kita mengerjakan segala sesuatunya. Namun, sebagai seorang akademisi, sudah sepantasnya kita lebih pandai dalam menggunakan AI tersebut, ingat! Bukan AI yang mengerjakan tugas kita, tapi jadikan AI sebagai co-pilot atau teman diskusi kita. Kita sebagai mahasiswa juga tidak bisa hanya sekedar melakukan copy paste pada jawaban AI, tapi ada etika dan Langkah-langkah yang harus dilakukan agar penggunaan AI ini tetap aman dan akurat.” Ungkap pak Ibtisam selaku pemateri.
Beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam penggunaan AI sebagaimana yang disampaikan pemateri yaitu, pertama periksa terlebih dahulu poin-poin utama yang AI berikan, setelah itu lakukan pengecekan terkait kejelasan referensi dan kebenaran kutipan yang digunakan oleh AI, setelah melakukan cross-chek maka selanjutnya adalah melakukan proses parafrase untuk menghindari plagiarisme dan diakhiri dengan melakukan cek Turnitin dan AI chekler untuk membantu memastikan integritas akademik tetap terjaga.
Dalam sesi pertanyaan, beberapa peserta sangat antusias dan aktif bertanya terkait beberapa hal yang belum dijelaskan oleh pemateri dengan lebih mendalam. Pemateri menjawab dengan lugas serta menggunakan Bahasa yang mudah untuk dipahami.

Melalui pelatihan ini, menunjukkan bahwa menulis karya ilmiah dengan menggunakan bantuan AI bukan hanya tentang pengumpulan teori tetapi bagaimana mengolah temuan data tersebut hingga dapat menghasilkan sebuah karya ilmiah yang relevan, orisinal dan sistematis.
| “HIMAKOPI- Communicate to Educate!!”
— By Farah Nurul Apipah Wijaya
