Jakarta, 24 Desember 2025 — HIMAKOPI Production (HKP) melanjutkan proses produksinya pada shooting day 4 yang berlokasi di dua tempat berbeda: sebuah kelas di lingkungan kampus dan kawasan Taman Bulus Bali. Hari keempat ini tidak sepenuhnya menghadirkan adegan baru, melainkan menjadi ruang untuk mengulang dan menambal bagian-bagian cerita yang sebelumnya terhenti oleh keadaan.
Pengambilan gambar di kelas kampus dilakukan sebagai upaya melengkapi adegan yang pada hari sebelumnya tidak dapat diselesaikan. Konflik waktu menjadi hambatan utama, ketika durasi shooting telah mencapai batas yang ditentukan oleh pihak kampus. Ruang kelas yang semula dirancang sebagai tempat dialog dan interaksi harus ditinggalkan sebelum adegan benar-benar rampung, menyisakan potongan cerita yang belum utuh.
Pada shooting day 4, ruang kelas itu kembali dihidupkan. Meja dan kursi yang sama, cahaya yang serupa, namun suasana batin para pemain dan kru tidak lagi sama. Ada kelelahan yang tersisa, tetapi juga kesadaran bahwa cerita harus tetap diselesaikan. Kamera kembali merekam dialog yang pernah terhenti—kali ini dengan ketenangan yang lebih terkendali, seolah semua pihak telah berdamai dengan keterbatasan waktu.

Selain di kampus, proses shooting juga dilakukan di Taman Bulus Bali. Lokasi ini dipilih untuk mengulang adegan luar ruang yang sebelumnya gagal direkam akibat hujan. Pada hari sebelumnya, cuaca tidak memberi ruang bagi kamera untuk bekerja; hujan turun tanpa kompromi, memaksa tim menghentikan pengambilan gambar dan menyimpan rencana yang belum sempat diwujudkan.
Di Taman Bulus Bali, HKP akhirnya merekam adegan-adegan yang tertunda. Meski hujan telah reda, sisa-sisa basah pada tanah dan dedaunan justru menghadirkan nuansa baru—lebih muram, lebih jujur. Adegan yang diulang tidak hadir sebagai pengulangan kosong, melainkan sebagai kelanjutan dari proses batin, baik bagi tokoh maupun bagi tim produksi.
Pesan dari Bang Syam (Asisten Sutradara 2)
“Pesan saya ditujukan untuk seluruh talent dan crew yang telah bekerja keras demi menyukseskan shooting day 4. Big thanks untuk kalian semua. Sejak pagi hari, kita sudah dihadapkan pada kendala tak terduga—salah satu crew mengalami ban motor bocor, sementara bengkel belum buka. Namun, situasi tersebut bisa diatasi dengan baik tanpa mengganggu jalannya produksi.
Saat siang hari, ketika lokasi berpindah ke taman dengan cuaca yang sangat terik, kekompakan crew benar-benar terasa. Inisiatif untuk melindungi kamera dan talent yang sedang berakting dengan payung—bahkan hingga sekitar enam payung—menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya. Di situ terlihat kepedulian, kepekaan, dan kerja sama tim yang luar biasa. Hal-hal kecil seperti inilah yang membuat proses shooting tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga terasa hangat dan penuh makna.”
Shooting day 4 ini memperlihatkan bahwa proses produksi tidak selalu berjalan lurus. Ada jeda, ada penundaan, ada pengulangan yang terasa melelahkan. Namun justru di sanalah cerita menemukan bentuknya. Seperti dalam dunia Dostoevsky, kegagalan sementara bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan manusia dalam mencari makna.
Proses pengambilan gambar pada hari keempat ditutup tanpa banyak dramatika. Yang tersisa adalah potongan-potongan adegan yang akhirnya tersambung, meski lahir dari keterpaksaan dan kompromi. Dalam diam, seluruh kru HIMAKOPI Production (HKP) menyadari bahwa kadang-kadang, cerita tidak disempurnakan oleh kelancaran, melainkan oleh kesabaran menghadapi keadaan yang tak bisa dikendalikan.
Adapun Bang Fikri selaku Sutradara menambahkan:
“Day 4 ini merupakan hari tambahan, karena pada day 1 dan day 2 masih terdapat beberapa scene yang belum selesai dan harus diulang dari awal. Alhamdulillah, jarak antara day 4 dan day 5 cukup lama, sehingga kami dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk melengkapi scene yang sebelumnya belum sempat di-shoot bersama tim DOP.”
— By Muh. Bintang Rauf
