Shooting Day 3 HIMAKOPI Production (HKP): Antara Kamar yang Sunyi dan Jalan Malam yang Kosong

Serpong, 23 Desember 2025 — HIMAKOPI Production (HKP) melanjutkan proses produksi pada shooting day 3 yang berlangsung di Serpong, tepatnya di kediaman Kak Fairus. Hari ketiga ini menjadi salah satu fase paling sunyi sekaligus emosional dalam rangkaian pengambilan gambar yang dilakukan oleh tim produksi.

 

Pengambilan gambar dilakukan di dua lokasi berbeda: di dalam rumah, tepatnya di sebuah kamar, serta di luar rumah pada sebuah jalan kosong di malam hari. Kedua ruang tersebut menghadirkan atmosfer yang kontras secara visual, namun bertemu dalam satu rasa yang sama—kesepian dan pergulatan batin tokoh.

 

Di dalam kamar, HKP merekam adegan dengan muatan emosional yang padat. Beberapa kali kesalahan shoot terjadi, baik karena penyesuaian teknis maupun karena emosi pemain yang harus dibangun secara perlahan. Dalam ruang yang sempit itu, kamera bekerja dengan jarak yang intim, seolah ikut terlibat dalam konflik batin yang tidak sepenuhnya bisa diungkapkan lewat dialog.

 

Sementara itu, proses shooting di luar rumah membawa tim ke sebuah jalan yang lengang pada malam hari. Minimnya aktivitas dan pencahayaan yang redup menciptakan suasana dingin dan terasing. Jalan kosong tersebut menjadi latar bagi adegan yang menampilkan tokoh dalam keadaan sendirian, berhadapan dengan pikirannya sendiri, tanpa hiruk-pikuk yang biasanya menutupi kegelisahan.

 

Di sisi lain, suasana kekeluargaan tetap terasa di balik proses yang melelahkan. Azka Syifa, selaku Asisten Sutradara 1, mengungkapkan kesannya terhadap proses shooting pada hari ketiga.

“Seru banget. Alhamdulillah-nya di day 3 di rumah Kak Fay kita bisa lebih santai dan banyak momen kebersamaan yang bikin kekeluargaan kita makin klop. Capeknya kerasa, tapi senangnya juga dapet. Bisa senang dan capek bareng-bareng sampai suara habis,” tuturnya.

 

Shooting day 3 ini menuntut kepekaan tinggi dari seluruh kru HIMAKOPI Production (HKP). Tidak ada banyak dialog yang menjelaskan, sehingga emosi harus disampaikan melalui detail kecil: ekspresi, gerak tubuh, dan keheningan yang dibiarkan berbicara sendiri.

 

Proses pengambilan gambar berakhir larut malam dalam suasana yang tenang. Tidak ada selebrasi berlebihan, hanya kelelahan yang bercampur perenungan.

 

Produser HIMAKOPI Production, Abdillah Wijaya, mengungkapkan bahwa shooting day 3 masih menyisakan sejumlah kekurangan yang menjadi pekerjaan rumah bagi tim produksi.

“Untuk hari ke 3 kita masih banyak kekurangan yang masih belum bisa kita tutupi, kita bisa lihat pas di scene yang flashback nathan sama ayah, itu kita masih belum punya konsep dan lagi-lagi masih dibicarakan dilokasi syuting, ditambah lagi persiapan alat² yang sempat lowbattery seperti lighting, mic. jadi itu sempat menghabsikan waktu dan selesainya bahkan nyampe tengah malam. jadi itu pr buat sutradara, dan para astrada-astrada.” – Abdillah Wijaya

Dengan berakhirnya shooting day 3 ini, HIMAKOPI Production (HKP) semakin mendekati penyelesaian proyeknya. Namun hari ketiga meninggalkan lebih dari sekadar rekaman visual: ia meninggalkan kesadaran bahwa terkadang, cerita paling kuat justru lahir dari sunyi—di sebuah kamar, dan di jalan kosong pada malam hari.

 


— By Muh. Bintang Rauf

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top